Press Release
From Different Perspectives
Waspada Akun Palsu MODENA Service Center
28 Maret 2019

Akhir-akhir ini beredar beberapa akun/situs/website mengatasnamakan service center MODENA dengan modus penipuan. Dari informasi lisan yang disampaikan, Konsumen menemukan kontak melalui aktivitas searching pada mesin pencari Google. Konsumen yang menghubungi nomor tersebut ditawarkan biaya perbaikan yang lebih tinggi daripada standar harga resmi MODENA, namun mendapatkan hasil perbaikan yang kurang berkualitas.

Menanggapi kasus tersebut, MODENA Indonesia menghimbau agar Konsumen dapat lebih berhati-hati. MODENA hanya memiliki nationwide call center 15 007 15 dan Whatsapp di nomor: +62 815-1150-0715 serta email melalui customercare@modena.co.id.

MODENA mengambil tindakan preventive dengan mengirimkan surat yang disertai kelengkapan bukti aduan Konsumen kepada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI (Ditjen KI), dengan harapan Ditjen KI beserta Kominfo dapat menutup akun-akun service center palsu yang meresahkan Konsumen tersebut.

Untuk saat ini sudah 13 situs service center palsu yang ditutup dan tidak dapat di akses yakni:

1.https://servicemodenaweb.wordpress.com/2017/10/18/service-modena-gading-serpong-08170763330/
2.https://modenajakarta.wordpress.com/
3.https://medium.com/@servicemodenas/service-modena-jakarta-selatan-0815-9823-13663474a4f7bb0
4.https://servicemodenajakarta.com/
5.http://www.servicecentermodena.net/
6.https://service-modena.business.site/
7.https://servicescentermodena.blogspot.com/2017/01/service-modena-bsd.html
8.https://modenaid.blogspot.com/2018/07/service-modena-palembang.html
9.https://servicecentermodena.blogspot.com/2016/10/service-center-modena.html
10.https://kompormodena12.blogspot.com/
11.https://servicecentermodenabekasi.blogspot.com/2017/11/service-center-modena-bekasi-0812-8252.html
12.https://servicescentermodena.blogspot.com/2016/12/service-modena-jakarta-selatan-0878.html\
13.https://modenaservicecenter.wordpress.com/kontak-service-center-modena/

Menurut Ibu Irma Mariani selaku Kasubbag Humas Ditjen KI, berikut hal-hal yang dapat dilakukan jika Konsumen dan principle menghadapi kasus penipuan dengan modus service center palsu :

1. Melakukan pelaporan kepada Polisi dengan tindak pidana penipuan dengan menggunakan service center palsu. Tentu Polisi mempunyai kemampuan untuk mencari alamat elektronik pihak yang mengoperasikan service center palsu tersebut. Langkah selanjutnya adalah jika Konsumen hendak melakukan transaksi melalui platform, maka harus dipastikan dahulu bahwa platform tersebut adalah yang kredibel dan dipercaya hal ini bisa diketahui dari trackrecod platform tersebut sebelumnya atau testimoni dari Konsumen sebelumnya.

2. Melakukan pelaporan kepada Direktorat Jenderal KI tentang dugaan adanya pelanggaran hak cipta dalam sistem elektronik, pelaporan tersebut tentu harus disertai dengan bukti kepemilikan dan bukti awal dugaan pelanggaran berupa alamat website yang diduga melanggar hak cipta tersebut, selanjutnya Direktorat Jenderal KI akan memverifikasi kebenaran laporan tersebut dan apabila ternyata laporan tersebut bisa dibuktikan kebenarannya, Direktorat Jenderal KI akan membuat dan menyampaikan rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika agar website tersebut ditutup atau tidak dapat diakses, penutupan website tersebut dapat dilakukan sesegera mungkin tergantung dari sifat mendesak tidaknya dugaan pelanggaran tersebut harus ditangani. Langkah lain yang bisa dilakukan adalah tentu dengan melaporkan kepada Kepolisian agar Polisi segera bisa melakukan tindakan hukum untuk segera menemukan pihak yang mengoperasikan website tersebut, untuk kemudian bisa dikenakan dengan dugaan pelanggaran Hak Cipta (Pasal 113, 117, 118 UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta).

Langkah yang dilakukan Kemenkumham dalam mengatasi delik aduan pelanggaran hak cipta yang merugikan Konsumen dan principle. Ibu Irma menambahkan bahwa upaya yang dilakukan Ditjen KI disesuaikan dengan kewenangan yang dimiliki sesuai peraturan perundang-undangan, artinya Ditjen KI melalui Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Alternatif akan melakukan proses hukum terkait dengan dugaan pelanggaran hak cipta secara elektronik sepanjang ada pengaduan dari pemegang hak. Langkah lainnya adalah melalui website blocking untuk situs yang melanggar hak cipta. Kemudian hal yang penting juga adalah dengan melakukan kegiatan edukasi kepada pusat perbelanjaan untuk tidak membiarkan beredarnya produk yang melanggar KI.